Long time no see ibu pekerja.

        Setelah Hampir satu tahun menikmati hari-hari sebagai Ibu rumah tangga. Mewujudkan keinginan ngurus dan membersamai anak sendiri yang merupakan salah satu cita-cita saya dari zaman dahulu kala, dan setelah dijalani banyak juga suka duka yang saya rasakan. Ternyata gak pernah mudah menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. Sebagai orang yang 'harus jalanin sendiri supaya tau rasanya gimana' kadang kesel sendiri dengan keyakinan saya 🤣 tapi ternyata saya jadi bisa memandang segala sesuatu lebih objektif, karena setiap saran yang saya minta dari banyak orang, tentu ada hal yang mereka yakini dalam sudut pandang yang mereka jalani. Maka, setelah diberi kesempatan untuk bisa menjalankan dua peran tersebut, saya jadi bisa punya pandangan dari posisi keduanya. Saya jadi (kayanya) bisa sharing untuk ibu-ibu pekerja yang ingin jadi ibu rumah tangga, kita harus sadar sepenuhnya dengan konsekuensi yang akan diambil, konsekuensi finansial dan non finansialnya, juga menyadari apa sebenarnya yang kita butuhkan dan kita inginkan sebagai ibu rumah tangga, bersikap impulsive karena sedih melihat anak ditinggal ibu setiap hari, dan perasaan bersalah karena tidak bisa memantau penuh tumbuh kembang si kecil, (menurutku) belum bisa dijadikan alasan kuat untuk ibu mengambil keputusan “bekerja dirumah”. Kita kan juga tidak ingin di masa mendatang kita jadi menyalahkan anak atas apa yang sudah 'kita korbankan'.         

    Teruntuk ibu-ibu rumah tangga juga, perasaan-perasaan kecil hati dengan pencapaian orang lain menurutku adalah hal yang manusiawi. Tetapi jangan pernah lupa kalau kita  melakukan hal besar setiap hari. Jangan lupa untuk merayakannya dengan hal-hal sederhana. Bersyukur diberi kesehatan untuk bisa merawat anak kita dan mempunyai waktu lebih untuk memberi cinta dan memandangnya setiap hari. Kalau memang kita punya target waktu berapa lama kita sebagai ibu rumah tangga dan ingin kembali bekerja, yakini dan persiapkan sampai waktunya tiba. Kenapa aku sebut ingin ?? karena bagiku, ibu butuh bekerja.

Butuh ?

        Walaupun sebagai manusia introvert yang bisa sangaaat nyaman di dalam rumah, tidak dipungkiri ada hari dimana aku ingin bisa berdaya untuk orang lain, menggunakan ilmu yang aku miliki untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat. Aku masih ingin berkarya dan bertumbuh. dan tentu aja ingin lebih leluasa kalau mau check out shopi hihiihi.

        Banyak orang juga sudah mengetahui, bahwa mandiri secara finansial dibutuhkan setiap orang, pria maupun wanita, sebelum maupun setelah menikah. Agar keputusan masa depan yang diambil lebih mengarah kepada logika dan perhitungan yang matang, bukan hanya karena perasaan, dan ketakutan karena perasaan bergantung dengan orang lain.

        Semoga semakin banyak perempuan yang merasa beruntung dengan hidup yang mereka jalani. Juga semakin banyak perempuan yang dengan sadar mengambil keputusan yang mereka ambil. Toh, itu pilihan yang kita ambil, bukan kesempatan yang kita korbankan. Perempuan tetap bisa berdaya dimanapun kita berada. Dan ini, perjalananku untuk tetap berdaya.

Jangan lupa sarapan! luv

Komentar

Postingan Populer